Search for collections on Repository Wira Medika

Pengaruh Constraint Induced Movement Therapy Terhadap Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Non Hemoragik di Rumah Sakit Umum Daerah Bali Mandara Provinsi Bali

Willyani, Ni Putu Anna (2026) Pengaruh Constraint Induced Movement Therapy Terhadap Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Non Hemoragik di Rumah Sakit Umum Daerah Bali Mandara Provinsi Bali. Bachelor (S1) thesis, SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRA MEDIKA BALI.

[thumbnail of Abstrak_Pengaruh Constraint Induced Movement Therapy Terhadap  Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Non Hemoragik di Rumah  Sakit  Umum Daerah Bali Mandara Provinsi Bali] Text (Abstrak_Pengaruh Constraint Induced Movement Therapy Terhadap Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Non Hemoragik di Rumah Sakit Umum Daerah Bali Mandara Provinsi Bali)
abstrak.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (35kB)

Abstract

ABSTRAK

Pengaruh Constraint Induced Movement Therapy Terhadap Kekuatan Otot Pada Pasien Stroke Non Hemoragik di Rumah Sakit Umum Daerah Bali Mandara Provinsi Bali

Ni Putu Anna Willyani1, Ni Luh Putu Thrisna Dewi2, Ketut Lisnawati 3
Program Studi Keperawatan Program Sarjana
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Wira Medika Bali
Email : annawillyani@gmail.com
Introduction: Stroke non hemoragik sering menyebabkan kelemahan ekstremitas atas yang mengakibatkan penurunan kemampuan fungsional pasien. Constraint Induced Movement Therapy (CIMT) merupakan metode rehabilitasi berbasis neuroplastisitas yang membatasi penggunaan ekstremitas sehat untuk merangsang penggunaan ekstremitas paretik. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh CIMT terhadap kekuatan otot pasien stroke non hemoragik. Methods: Desain penelitian ini Quasy Experiment dengan rancangan Non-Equivalent Control Group Pretest-Posttest. Sampel berjumlah 34 responden (17 kelompok perlakuan, 17 kelompok kontrol) di RSUD Bali Mandara Provinsi Bali. Kekuatan otot diukur menggunakan Manual Muscle Testing sebelum dan sesudah intervensi, dianalisis menggunakan uji Paired t-test dan Independent t-test. Results: Kekuatan otot kelompok perlakuan meningkat rata-rata 1,588 (dari 2,47 menjadi 4,06), sedangkan kelompok kontrol meningkat 0,529 (dari 2,65 menjadi 3,18). Analysis: Hasil uji paired t-test menunjukkan terdapat peningkatan kekuatan otot yang signifikan pada kelompok perlakuan (p=0,000) dan kelompok kontrol (p=0,001). Uji independent t-test menunjukkan bahwa kelompok perlakuan yang diberikan CIMT mengalami peningkatan kekuatan otot yang secara signifikan lebih besar dibandingkan kelompok kontrol (p=0,000) sehingga terdapat pengaruh signifikan CIMT terhadap peningkatan kekuatan otot pasien stroke non hemoragik di RSUD Bali Mandara Provinsi Bali. Discussion: Constraint Induced Movement Therapy berpengaruh signifikan terhadap peningkatan kekuatan otot pasien stroke non hemoragik sehingga dapat direkomendasikan sebagai intervensi keperawatan rehabilitatif di ruang rawat inap.

Kata Kunci: CIMT, Kekuatan Otot, Stroke Non Hemoragik

Item Type: Thesis (Bachelor (S1))
Uncontrolled Keywords: CIMT, Kekuatan Otot, Stroke Non Hemoragik
Subjects: R Medicine > R Medicine (General)
R Medicine > RM Therapeutics. Pharmacology
R Medicine > RT Nursing
Divisions (tempat file akan disimpan): S1 Keperawatan
Depositing User: Ni Putu Anna Willyani
Date Deposited: 10 Aug 2026 05:10
Last Modified: 10 Aug 2026 05:10
URI: https://repo.stikeswiramedika.ac.id/id/eprint/469

Actions (login required)

View Item
View Item