Search for collections on Repository Wira Medika

Pengaruh Lama Fiksasi Neutral Buffered Formalin 10% Terhadap Kualitas Hasil Pewarnaan Hematoksilin Eosin Jaringan Mioma Uteri di RSUD Wangaya

Devita, Ketut (2026) Pengaruh Lama Fiksasi Neutral Buffered Formalin 10% Terhadap Kualitas Hasil Pewarnaan Hematoksilin Eosin Jaringan Mioma Uteri di RSUD Wangaya. Bachelor (S1) thesis, STIKES WIRA MEDIKA BALI.

[thumbnail of Abstrak_ Pengaruh Lama Fiksasi Neutral Buffered Formalin 10% Terhadap Kualitas Hasil Pewarnaan Hematoksilin Eosin Jaringan Mioma Uteri di RSUD Wangaya] Text (Abstrak_ Pengaruh Lama Fiksasi Neutral Buffered Formalin 10% Terhadap Kualitas Hasil Pewarnaan Hematoksilin Eosin Jaringan Mioma Uteri di RSUD Wangaya)
Abstrak Skripsi Ketut Devita 2.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (306kB)

Abstract

ABSTRAK
Pengaruh Lama Fiksasi Neutral Buffered Formalin 10% Terhadap Kualitas
Hasil Pewarnaan Hematoksilin Eosin Jaringan Mioma Uteri
Di RSUD Wangaya
Ketut Devita1
, Anak Agung Ayu Eka Cahyani2
, Putu Gede Subhaktiyasa3
Program Studi Teknologi Laboratorium Medis Program Sarjana Terapan
Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Wira Medika Bali
ketutdevita8@gmail.com
Mioma uteri merupakan tumor jinak dari otot polos rahim yang
diagnosisnya dapat ditegakkan melalui pemeriksaan histopatologi dengan
pewarnaan Hematoksilin Eosin (HE). Salah satu tahap penting dalam pembuatan
preparat adalah proses fiksasi jaringan menggunakan Neutral Buffered Formalin
(NBF) 10%, karena lama fiksasi dapat memengaruhi kualitas hasil pewarnaan
jaringan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fiksasi NBF
10% terhadap kualitas hasil pewarnaan Hematoksilin Eosin (HE) pada jaringan
mioma uteri dengan waktu fiksasi 12 jam, 24 jam, dan 48 jam. Desain penelitian
yang digunakan adalah eksperimental analitik. Penelitian dilakukan di RSUD
Wangaya pada bulan Januari–Februari. Data dianalisis menggunakan uji normalitas
Shapiro-Wilk dan diperoleh hasil bahwa data tidak berdistribusi normal sehingga
dilanjutkan dengan uji Kruskal-Wallis. Hasil penelitian menunjukkan nilai p-value
= 0,006 yang berarti terdapat perbedaan bermakna antar kelompok. Uji lanjutan
(post hoc) Mann-Whitney menunjukkan terdapat perbedaan signifikan antara
kelompok fiksasi 12 jam dengan 24 jam (p = 0,047) serta kelompok 12 jam dengan
48 jam (p = 0,007), sedangkan antara kelompok 24 jam dengan 48 jam tidak
terdapat perbedaan signifikan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa lama fiksasi
NBF 10% berpengaruh terhadap kualitas hasil pewarnaan Hematoksilin Eosin (HE)
pada jaringan mioma uteri, di mana fiksasi 24–48 jam memberikan kualitas
pewarnaan yang lebih baik dibandingkan fiksasi 12 jam. Penelitian ini diharapkan
dapat menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan lama fiksasi jaringan pada
pemeriksaan histopatologi rutin serta menjadi referensi bagi penelitian selanjutnya
mengenai proses fiksasi jaringan dan kualitas pewarnaan Hematoksilin Eosin (HE).
Kata Kunci: Lama Fiksasi, NBF 10%, Pewarnaan HE.

Item Type: Thesis (Bachelor (S1))
Uncontrolled Keywords: Sitohistoteknologi
Subjects: R Medicine > RB Pathology
Divisions (tempat file akan disimpan): D4 Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: Ketut Devita
Date Deposited: 11 Aug 2026 03:38
Last Modified: 11 Aug 2026 03:38
URI: https://repo.stikeswiramedika.ac.id/id/eprint/518

Actions (login required)

View Item
View Item