Search for collections on Repository Wira Medika

Pengaruh Waktu Simpan Sampel Darah Lansia Terhadap Hasil Crossmatch Di Bank Darah RSUD Buleleng

Pratiwi, Ida Ayu Putu Adinda Deviana (2026) Pengaruh Waktu Simpan Sampel Darah Lansia Terhadap Hasil Crossmatch Di Bank Darah RSUD Buleleng. Bachelor (S1) thesis, STIKES WIRA MEDIKA BALI.

[thumbnail of Abstrak_Pengaruh Waktu Simpan Sampel Darah Lansia Terhadap Hasil Crossmatch di Bank Darah RSUD Buleleng] Text (Abstrak_Pengaruh Waktu Simpan Sampel Darah Lansia Terhadap Hasil Crossmatch di Bank Darah RSUD Buleleng)
253510283_IDA AYU PUTU ADINDA DEVIANA PRATIWI_abstrak.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (283kB)

Abstract

Pemeriksaan crossmatch merupakan prosedur pra-transfusi yang bertujuan memastikan kompatibilitas antara darah donor dan resipien untuk mencegah reaksi transfusi. Penundaan pemeriksaan akibat keterbatasan stok darah menyebabkan sampel sering disimpan sebelum dilakukan crossmatch, sehingga berpotensi memengaruhi kualitas spesimen, terutama pada pasien lansia yang mengalami perubahan fisiologis dan lebih sering memiliki penyakit kronis. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh waktu simpan sampel darah lansia terhadap hasil pemeriksaan crossmatch di Bank Darah RSUD Buleleng. Penelitian menggunakan desain kuasi-eksperimental dengan pengukuran berulang (repeated measures). Sebanyak 35 sampel darah pasien lansia diperiksa pada waktu simpan 0 hari, 1 hari, dan 2 hari pada suhu 2–8°C menggunakan metode Gel Card. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan menggunakan uji Kruskal–Wallis dengan tingkat signifikansi 95% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada penyimpanan 0 hari dan 1 hari diperoleh hasil compatible sebanyak 29 sampel (82,9%) dan incompatible sebanyak 6 sampel (17,1%). Setelah penyimpanan 2 hari, hasil compatible menurun menjadi 26 sampel (74,3%), sedangkan hasil incompatible meningkat menjadi 9 sampel (25,7%). Namun, hasil uji Kruskal–Wallis menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang bermakna antara waktu simpan terhadap hasil crossmatch (p = 0,588). Penelitian ini berkontribusi memberikan bukti bahwa penyimpanan sampel darah lansia pada suhu 2–8°C hingga dua hari masih dapat dipertimbangkan dalam pelayanan bank darah sesuai standar operasional prosedur, dengan tetap memperhatikan kondisi klinis dan penyakit penyerta pasien yang berpotensi meningkatkan reaktivitas crossmatch.

Item Type: Thesis (Bachelor (S1))
Uncontrolled Keywords: crossmatch, penyimpanan sampel darah, metode gel, kompatibilitas, transfusi darah
Subjects: R Medicine > RB Pathology
R Medicine > RZ Other systems of medicine
Divisions (tempat file akan disimpan): D4 Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: Ida Ayu Putu Adinda Deviana Pratiwi
Date Deposited: 16 Sep 2026 10:16
Last Modified: 16 Sep 2026 10:16
URI: https://repo.stikeswiramedika.ac.id/id/eprint/646

Actions (login required)

View Item
View Item