Pirade, Adrian Girvan Finian (2026) HUBUNGAN KADAR HbA1c DENGAN MIKROALBUMINURIA PADA PASIEN PROLANIS DM DI LABORATORIUM PRODIA BALIKPAPAN TAHUN 2025. Bachelor (S1) thesis, SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRA MEDIKA BALI.
B4 - Abstrak Adrian Girvan Finian Pirade.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (164kB)
Abstract
ABSTRAK
HUBUNGAN KADAR HBA1C DENGAN MIKROALBUMINURIA PADA PASIEN PROLANIS DM DI LABORATORIUM PRODIA BALIKPAPAN TAHUN 2025
Adrian Girvan Finian Pirade1, Moh. Fairuz Abadi2, Lia Cahya Sari3
1,3 Program Studi Teknologi Laboratorium Medis Program Sarjana Terapan
STIKES Wira Medika Bali
2 Program Studi Teknologi Laboratorium Medis Program Diploma Tiga
STIKES Wira Medika Bali
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang dapat menyebabkan komplikasi mikrovaskular, salah satunya nefropati diabetik yang ditandai dengan munculnya mikroalbuminuria. Kadar hemoglobin terglikasi (HbA1c) mencerminkan kontrol glikemik selama 2–3 bulan terakhir dan diduga berhubungan dengan kerusakan ginjal. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan kadar HbA1c dengan mikroalbuminuria yang dinyatakan sebagai rasio albumin-kreatinin urin (AUK) pada pasien Prolanis DM di Laboratorium Prodia Balikpapan tahun 2025. Penelitian menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan data sekunder hasil pemeriksaan laboratorium. Sebanyak 361 sampel dipilih dari populasi 3.660 pasien menggunakan teknik simple random sampling. Uji normalitas dilakukan dengan Kolmogorov-Smirnov dan analisis hubungan menggunakan uji korelasi Spearman. Rata-rata kadar HbA1c sebesar 7,95% (SD=2,24), dengan 59,3% pasien memiliki HbA1c ≥7%. Median AUK sebesar 47,45 mg/g (1,69–8.843,18 mg/g), dengan 48,5% pasien mengalami mikroalbuminuria dan 16,1% makroalbuminuria. Kedua variabel tidak berdistribusi normal (p<0,001). Uji Spearman menunjukkan hubungan positif yang bermakna antara kadar HbA1c dan AUK (r=0,330; p<0,001). Disimpulkan bahwa peningkatan kadar HbA1c berkorelasi dengan peningkatan AUK, meskipun kekuatan korelasinya lemah. Hasil ini menunjukkan pentingnya pengendalian glikemik untuk mencegah komplikasi ginjal pada pasien diabetes melitus.
Kata kunci: HbA1c, mikroalbuminuria, rasio albumin-kreatinin urin, Prolanis, diabetes melitus.
| Item Type: | Thesis (Bachelor (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Keywords: HbA1c, microalbuminuria, albumin-to-creatinine ratio, Prolanis, diabetes mellitus. |
| Subjects: | R Medicine > RB Pathology |
| Divisions (tempat file akan disimpan): | D4 Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | Adrian Girvan Finian Pirade |
| Date Deposited: | 17 Sep 2026 14:16 |
| Last Modified: | 17 Sep 2026 14:16 |
| URI: | https://repo.stikeswiramedika.ac.id/id/eprint/666 |
