Search for collections on Repository Wira Medika

Hubungan Frekuensi Monitoring Risiko Terhadap Efektivitas Pengendalian Risiko di Unit Laboratorium Klinik Rumah Sakit Bintang Amin

Syalsabila, Narinda (2026) Hubungan Frekuensi Monitoring Risiko Terhadap Efektivitas Pengendalian Risiko di Unit Laboratorium Klinik Rumah Sakit Bintang Amin. Bachelor (S1) thesis, STIKES WIRA MEDIKA BALI.

[thumbnail of Abstrak_Hubungan Frekuensi Monitoring Risiko Terhadap Efektivitas Pengendalian Risiko di Unit Laboratorium Klinik Rumah Sakit Bintang Amin] Text (Abstrak_Hubungan Frekuensi Monitoring Risiko Terhadap Efektivitas Pengendalian Risiko di Unit Laboratorium Klinik Rumah Sakit Bintang Amin)
ABSTRAK_253510315_NARINDA SYALSABILA_FIX.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution.

Download (281kB)

Abstract

Keselamatan kerja masih menjadi perhatian penting karena kecelakaan kerja dapat
menimbulkan kerugian bagi pekerja maupun institusi. International Labour Organization
melaporkan bahwa sekitar 1,1 juta kematian setiap tahun berkaitan dengan kecelakaan
kerja. Di Indonesia, angka kecelakaan kerja tercatat sebesar 4,6% pada tahun 2022,
sementara data BPJS Ketenagakerjaan yang dirangkum oleh Kementerian Kesehatan RI
menunjukkan terdapat 80.392 kasus kecelakaan kerja pada tahun 2023. Kondisi tersebut
menunjukkan pentingnya penerapan manajemen risiko yang dilakukan secara teratur
untuk mendukung keselamatan di tempat kerja. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan
menganalisis hubungan antara frekuensi monitoring risiko dan efektivitas pengendalian
risiko di Unit Laboratorium Klinik Rumah Sakit Bintang Amin. Penelitian menggunakan
pendekatan kuantitatif dengan desain korelasional. Populasi dalam penelitian ini
mencakup seluruh karyawan Unit Laboratorium Rumah Sakit Bintang Amin yang
berjumlah 20 orang. Seluruh anggota populasi digunakan sebagai sampel melalui teknik
total sampling, sehingga diperoleh 20 responden. Analisis hubungan antarvariabel
dilakukan menggunakan uji Spearman Rank dengan tingkat kemaknaan α = 0,05. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa frekuensi monitoring risiko paling banyak berada pada
kategori cukup, yaitu 11 responden (55,0%). Sementara itu, efektivitas pengendalian
risiko sebagian besar termasuk dalam kategori efektif dengan jumlah 13 responden
(65,0%). Hasil analisis Spearman Rank memperoleh nilai koefisien korelasi (rs) sebesar
0,585 dan p-value sebesar 0,007. Hasil tersebut menunjukkan bahwa H₀ ditolak dan H₁
diterima. Koefisien korelasi sebesar 0,585 menunjukkan adanya hubungan positif dengan
tingkat kekuatan hubungan sedang. Berdasarkan hasil tersebut, dapat disimpulkan bahwa
terdapat hubungan yang signifikan antara frekuensi monitoring risiko dengan efektivitas
pengendalian risiko di Unit Laboratorium Klinik Rumah Sakit Bintang Amin.
Peningkatan frekuensi monitoring risiko cenderung diikuti oleh peningkatan efektivitas
pengendalian risiko.

Item Type: Thesis (Bachelor (S1))
Uncontrolled Keywords: Frekuensi Monitoring Risiko, Efektivitas Pengendalian Risiko, Laboratorium Klinik, Keselamatan Kerja.
Subjects: L Education > LB Theory and practice of education
Divisions (tempat file akan disimpan): D4 Teknologi Laboratorium Medis
Depositing User: Narinda Syalsabila
Date Deposited: 17 Sep 2026 14:07
Last Modified: 17 Sep 2026 14:07
URI: https://repo.stikeswiramedika.ac.id/id/eprint/667

Actions (login required)

View Item
View Item