Sahanika, Gina (2026) HUBUNGAN KADAR HbA1c DAN LDL PADA PASIEN DIABETES MELITUS DENGAN KADAR GULA TERKONTROL DI PRODIA KEMANG. Bachelor (S1) thesis, SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRA MEDIKA BALI.
Abstrak Gina Sahanika.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (183kB)
Abstract
ABSTRAK
Hubungan Kadar HbA1c dan LDL pada Pasien
Diabetes Melitus dengan Kadar Gula Terkontrol Di Prodia Kemang
Gina Sahanika, Ns. Ni Ketut Ayu Mirayanti2, Anak Agung Ayu Eka Cahyani3
Program Studi Teknologi Laboratorium Medis Program Sarjana Terapan
STIKES Wira Medika Bali
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai oleh hiperglikemia persisten dan sering disertai gangguan metabolisme lipid, terutama peningkatan kadar low density lipoprotein (LDL) yang berisiko terhadap penyakit kardiovaskular. Hemoglobin terglikasi (HbA1c) digunakan sebagai indikator kontrol glikemik jangka panjang, namun hubungannya dengan profil lipid pada pasien dengan kontrol gula darah yang baik masih memerlukan kajian lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kadar HbA1c dengan kadar LDL pada pasien diabetes melitus dengan kadar gula terkontrol di Laboratorium Klinik Prodia Kemang. Penelitian ini menggunakan desain observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional, memanfaatkan data sekunder hasil pemeriksaan laboratorium periode Oktober-Desember 2025. Sampel berjumlah 135 responden dipilih menggunakan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis hubungan antar variabel menggunakan uji korelasi Spearman karena data tidak berdistribusi normal. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata kadar HbA1c sebesar 6,710 plus minus 0,168 persen (rentang 6,50-7,00 persen) dan rata-rata kadar LDL sebesar 134,18 plus minus 40,739 mg/dL (rentang 59-221 mg/dL), termasuk kategori borderline high. Uji korelasi Spearman menunjukkan koefisien korelasi -0,013 dengan nilai signifikansi 0,880 (p lebih besar 0,05), yang berarti tidak terdapat hubungan bermakna secara statistik antara kadar HbA1c dengan kadar LDL. Temuan ini mengindikasikan bahwa pada rentang kontrol glikemik yang baik, kadar LDL lebih dipengaruhi oleh faktor lain seperti pola makan, aktivitas fisik, dan penggunaan obat penurun lipid, sehingga pemantauan profil lipid perlu dilakukan secara mandiri, tidak hanya mengandalkan nilai HbA1c.
Kata kunci: HbA1c, LDL, diabetes melitus, korelasi Spearman, kadar gula terkontrol
| Item Type: | Thesis (Bachelor (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | HbA1c, LDL, diabetes melitus, korelasi Spearman, kadar gula terkontrol |
| Subjects: | R Medicine > RZ Other systems of medicine |
| Divisions (tempat file akan disimpan): | D4 Teknologi Laboratorium Medis |
| Depositing User: | Gina Sahanika |
| Date Deposited: | 18 Sep 2026 09:57 |
| Last Modified: | 18 Sep 2026 09:57 |
| URI: | https://repo.stikeswiramedika.ac.id/id/eprint/676 |
