Putra, Nyoman Arya Wirya (2026) Hubungan Hasil Deteksi Dini Kesehatan Mental Dengan Academic Burnout Syndrome Pada Remaja Di SMA Negeri 4 Denpasar. Bachelor (S1) thesis, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Wira Medika Bali.
ABSTRAK WIRYA.pdf - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (174kB)
Abstract
Masa remaja merupakan periode perkembangan yang rentan terhadap tuntutan akademik dan tekanan psikososial, sehingga dapat berdampak pada kesehatan mental serta meningkatkan risiko terjadinya Academic Burnout Syndrome. Ketidakmampuan remaja dalam mengidentifikasi kondisi kesehatan mental sejak dini berpotensi menyebabkan permasalahan psikologis tidak terdeteksi dan tidak tertangani secara optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara hasil deteksi dini kesehatan mental dengan Academic Burnout Syndrome pada remaja. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain deskriptif korelasional dan metode cross-sectional, yang dilaksanakan di SMA Negeri 4 Denpasar pada bulan Oktober 2025. Populasi penelitian adalah siswa kelas XI dengan jumlah sampel sebanyak 204 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Instrumen yang digunakan meliputi Self-Reporting Questionnaire (SRQ) untuk menilai deteksi dini kesehatan mental dan Copenhagen Burnout Inventory–Student Version (CBI-SV) untuk mengukur Academic Burnout Syndrome. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden terindikasi mengalami gejala masalah kesehatan mental, meliputi aspek kognitif, kecemasan, depresi, somatik, dan penurunan energi (77,5%), sementara tingkat Academic Burnout Syndrome mayoritas berada pada kategori rendah (86,8%). Uji korelasi Spearman menunjukkan nilai p-value sebesar 0,000 dengan koefisien korelasi r = 0,339, yang menandakan adanya hubungan signifikan dengan kekuatan hubungan lemah dan arah posutif. Temuan ini mengindikasikan bahwa diinterpretasikan semakin tinggi skor hasil deteksi dini kesehatan mental, maka semakin tinggi pula tingkat Academic Burnout Syndrome pada remaja. Oleh karena itu, penelitian ini menegaskan pentingnya pelaksanaan deteksi dini kesehatan mental secara rutin sebagai upaya preventif terhadap kelelahan akademik di lingkungan sekolah.
| Item Type: | Thesis (Bachelor (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Deteksi Dini Kesehatan Mental, Academic Burnout Syndrome, Remaja |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions (tempat file akan disimpan): | S1 Keperawatan |
| Depositing User: | Unnamed user with username 223213436 |
| Date Deposited: | 28 Jan 2026 01:08 |
| Last Modified: | 28 Jan 2026 01:08 |
| URI: | https://repo.stikeswiramedika.ac.id/id/eprint/314 |
