Artaningsih, Ni Made Ari (2026) Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara. Bachelor (S1) thesis, STIKes Wira Medika Bali.
Abstrak Ni Made Ari Artaningsih.docx - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (30kB)
Abstract
ABSTRAK
Gambaran Tingkat Pengetahuan Remaja Putri Tentang Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) Sebagai Upaya Deteksi Dini Kanker Payudara
Ni Made Ari Artaningsih1, Ni Ketut Citrawati2, Ni Kadek Yuni Lestari3
1,2,3Program Studi Keperawatan Program Sarjana STIKES Wira Medika Bali
Email : ariartaningsih@gmail.com
Kanker payudara merupakan salah satu penyakit dengan kontribusi tinggi terhadap angka kesakitan dan kematian pada perempuan yang sebagian besar disebabkan oleh keterlambatan deteksi dini. Pemeriksaan Payudara Sendiri (SADARI) merupakan metode deteksi dini yang sederhana, murah, dan dapat dilakukan secara mandiri sejak usia remaja. Data dari Dinas Kesehatan Provinsi Bali bahwa pada tahun 2023 menemukan 75 perempuan di curigai kanker payudara dan di tahun 2024 sebanyak 16 perempuan di curigai kanker payudara. Kabupaten klungkung memiliki proporsi 25,1% ditahun 2023, dan 25,44 % ditahun 2024. Tingginya angka kasus tersebut menegaskan bahwa keterlambatan diagnosis dapat berakibat pada peningkatan risiko komplikasi, penurunan kualitas hidup, serta meningkatnya biaya pengobatan. Deteksi dini sejak usia remaja melalui praktik SADARI menjadi sangat penting sebagai langkah preventif untuk menekan angka kejadian kanker payudara pada stadium lanjut. Metode penelitian ini menggunakan desain kuantitatif deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh siswi kelas X, XI, dan XII SMA N 1 Semarapura sebanyak 564 orang, dengan jumlah sampel 235 responden yang dipilih menggunakan teknik probability sampling dengan metode proportionate stratified random sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner pengetahuan SADARI yang telah diuji validitas dan reliabilitas, meliputi pengertian, tujuan, manfaat, waktu pelaksanaan, dan langkah-langkah SADARI. Data dianalisis secara deskriptif dan disajikan dalam bentuk distribusi frekuensi dan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden memiliki pengetahuan kategori baik (88,5%), diikuti kategori cukup (8,5%), dan kurang (3,0%). Tingginya proporsi pengetahuan baik dapat dipengaruhi oleh paparan informasi dari media, pendidikan kesehatan di sekolah, serta akses terhadap teknologi dan informasi kesehatan. Meskipun demikian, pengetahuan yang baik belum tentu secara langsung berbanding lurus dengan perilaku praktik SADARI apabila tidak disertai motivasi, sikap, dan dukungan lingkungan. Hasil penelitian ini menegaskan bahwa peningkatan pengetahuan harus diikuti dengan penguatan edukasi berkelanjutan, pembinaan praktik SADARI, serta integrasi program kesehatan reproduksi melalui kegiatan Unit Kesehatan Sekolah (UKS).
Kata kunci: Pengetahuan, Remaja Putri, SADARI
| Item Type: | Thesis (Bachelor (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Kata kunci: Pengetahuan, Remaja Putri, SADARI |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions (tempat file akan disimpan): | S1 Keperawatan |
| Depositing User: | Unnamed user with username 223213380 |
| Date Deposited: | 29 Jan 2026 00:57 |
| Last Modified: | 29 Jan 2026 00:57 |
| URI: | https://repo.stikeswiramedika.ac.id/id/eprint/256 |
