Martia, Ni Putu Mas Suci (2026) HUBUNGAN PELAKSANAAN MOBILISASI DINI DENGAN INTENSITAS NYERI PADA PASIEN POST SECTIO CAESAREA DI RSU PAYANGAN GIANYAR. Bachelor (S1) thesis, SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN WIRA MEDIKA BALI.
1. COVER.docx - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (187kB)
2. LEGALITAS.docx - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (339kB)
3. BAB I.docx - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (45kB)
4. BAB II.docx - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (218kB)
5. BAB III.docx - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (97kB)
6. BAB IV.docx - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (56kB)
7. BAB V.docx - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (32kB)
8. DAFTAR PUSTAKA.docx - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (33kB)
9. LAMPIRAN.docx - Submitted Version
Available under License Creative Commons Attribution.
Download (604kB)
Abstract
Nyeri merupakan masalah yang sering dialami pasien post Sectio Caesarea (SC) akibat trauma jaringan pembedahan yang dapat menghambat proses pemulihan. Mobilisasi dini merupakan salah satu tindakan yang dapat mendukung pemulihan pasien melalui aktivitas secara bertahap setelah operasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan pelaksanaan mobilisasi dini dengan intensitas nyeri pada pasien post Sectio Caesarea di RSU Payangan Gianyar. Penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian sebanyak 33 pasien post Sectio Caesarea yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pelaksanaan mobilisasi dini diukur menggunakan lembar observasi mobilisasi dini, sedangkan intensitas nyeri diukur menggunakan Numeric Rating Scale (NRS). Analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil penelitian menunjukkan pelaksanaan mobilisasi dini paling banyak berada pada kategori baik sebanyak 12 responden (36,4%), sedangkan intensitas nyeri paling banyak berada pada kategori nyeri sedang sebanyak 19 responden (57,6%). Hasil uji Spearman Rank menunjukkan p-value = 0,000 (<0,05) dan r = -0,769, yang berarti terdapat hubungan signifikan dengan kekuatan hubungan kuat dan arah negatif antara pelaksanaan mobilisasi dini dengan intensitas nyeri. Semakin baik pelaksanaan mobilisasi dini, maka intensitas nyeri pasien cenderung semakin rendah. Mobilisasi dini perlu dioptimalkan secara bertahap dengan memperhatikan kondisi klinis pasien sebagai bagian dari asuhan keperawatan post Sectio Caesarea.
| Item Type: | Thesis (Bachelor (S1)) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Intensitas Nyeri, Mobilisasi Dini, Sectio Caesarea |
| Subjects: | R Medicine > RT Nursing |
| Divisions (tempat file akan disimpan): | S1 Keperawatan |
| Depositing User: | Ni Putu Mas Suci Martia |
| Date Deposited: | 24 Aug 2026 00:35 |
| Last Modified: | 24 Aug 2026 00:35 |
| URI: | https://repo.stikeswiramedika.ac.id/id/eprint/583 |
